Tarian Sakral Aci Puseh Desa Adat Ngis

Tari Daa Malom – Warisan Budaya Desa Adat Ngis
Tari Daa Malom adalah salah satu tarian tradisional yang diwariskan secara turun-temurun di Desa Adat Ngis, Kecamatan Manggis, Karangasem, Bali. Tarian ini memiliki peranan penting dalam rangkaian upacara adat desa (Aci Puseh) yang berlangsung setiap 1 Tahun sekali sesuai dengan petemon padewasan. Tarian sakral ini menjadi simbol Kesucian, Keharmonisan, Kesuburan serta pengabdian kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
Makna dan Filosofi
Nama “Daa Malom” mengandung arti yang erat kaitannya dengan kesucian, Kersuburan dan persembahan (akan lebih akurat jika ada arti lokal spesifik). Tarian ini biasanya dilaksanakan untuk:
-
Upacara Dewa Yadnya atau ritual adat tertentu.
-
Menyucikan alam dan memohon keselamatan bagi warga desa.
-
Melambangkan kebersamaan dan gotong royong masyarakat adat.
Ciri Khas Tarian
-
Gerakan: Anggun, terstruktur, menggambarkan rasa hormat dan kesucian.
-
Kostum: Memakai busana adat Bali dengan ornamen khas.
-
Iringan: Gamelan Bali tradisional Selonding.
Nilai Budaya
Tari Daa Malom bukan sekadar hiburan, melainkan bagian tak terpisahkan dari identitas Desa Adat Ngis. Ia mengajarkan nilai kedisiplinan, ketulusan, dan keharmonisan.
