Desa Kecil Lestari Di Selatan Karangasem

Desa Ngis, Tempat Budaya Bali Dan Keindahan Alam Berpadu. Dapatkan Info Terbaru Kegiatan Desa, Destinasi Wisata, Dan Potret Kehidupan Warga Kami Di Sini.

Pemandangan utama Desa Ngis
Galeri Desa Ngis 1
Galeri Desa Ngis 2
Galeri Desa Ngis 3
Galeri Desa Ngis 4

VISI

Mewujudkan Desa Ngis Yang Maju, Damai, Berbudaya dan Sejahtera Berdasarka Tri Hita Karana Untuk Mendukung Pembangunan Yang Berkualitas, Merata dan Merakyat Menuju Desa Ngis Era Baru.

MISI

  1. Mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang baik dan cerdas dengan menerapkan prinsip good governance dan clean government.
  2. Memperkokoh kerukunan hidup bermasyarakat dalam jalinan adat, budaya dan agama.
  3. Meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui penerapan teknologi informasi dan komunikasi.
  4. Meningkatkan kualitas pelayanan sosial dasar dan infrastruktur desa.
  5. Memperkuat Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sebagai pilar ekonomi kerakyatan.
  6. Memperkuat daya saing desa melalui peningkatan mutu sumber daya manusia dan kepariwisataan berbasis Alam dan Budaya.
  7. Meningkatkan Pembangunan, perlindungandan pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup.

Hymne

Hymne Desa Ngis

Mars

Mars Desa Ngis

Pemerintahan

Struktur Organisasi Pemerintah Desa

Lihat Foto Bagan
  • I Ketut Catur Mertayasa

    I Ketut Catur Mertayasa

    Perbekel

  • I Nengah Nurata

    I Nengah Nurata

    Sekdes

  • Ni Nyoman Nurani

    Ni Nyoman Nurani

    Kepala Urusan Keuangan (Bendahara Desa)

  • I Wayan Sumerta Yasa S.Si

    I Wayan Sumerta Yasa S.Si

    Kaur Perencanaan

  • I Nyoman Putu Meja

    I Nyoman Putu Meja

    Kaur Tata Usaha & Umum

  • I Wayan Sulantara

    I Wayan Sulantara

    Kasi Pemerintahan

  • I Wayan Binarta S.Pd

    I Wayan Binarta S.Pd

    Kasi Kesejahteraan

  • I Wayan Suadita

    I Wayan Suadita

    Kadus Pekarangan

  • Ni Kadek Santiari

    Ni Kadek Santiari

    Staf Desa

Pemerintahan

Struktur Organisasi Badan Permusyawaratan Desa

Lihat Foto Bagan
  • I Gede Suardana, SE

    I Gede Suardana, SE

    Ketua BPD

  • I Nengah Bakta

    I Nengah Bakta

    Wakil Ketua

  • I Ketut Tawa

    I Ketut Tawa

    Sekretaris BPD

  • I Nengah Suastika

    I Nengah Suastika

    Anggota BPD

  • Ni Nyoman Nariasih, S.Pd

    Ni Nyoman Nariasih, S.Pd

    Anggota BPD

  • I Wayan Suja

    I Wayan Suja

    Anggota BPD

  • I Ketut Putra

    I Ketut Putra

    Anggota BPD

SEJARAH

Sejarah Singkat Desa Ngis

Berdasarkan isi dari Awig-awig Desa Pakraman Ngis yang sudah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia, bahwa sebelum tahun caka 1068 Desa Pakraman Ngis berupa hutan belantara. Kira-kira tahun caka 1068 ada perintah dari Dalem Gelgel, memerintahkan I Made Pasek Mas keturunan Ki Pasek Agung Gelgel untuk mencari tempat tinggal baru, lalu I Made Pasek Mas mohon restu Dalem dan pamitan untuk pergi meninggalkan Negara Swecapura (Gelgel) menuju ke arah  timur laut yang diikuti oleh 40 orang pengiring. Tidak lama dalam perjalanannya sampai di desa Pekarangan, lalu menumpang di rumah I Pasek Pekarangan dan memberitahukan maksud dan tujuan kedatangannya bersama rombongannya atas perintah Dalem untuk mencari tempat tinggal baru.

Besok paginya atas nasihat dan petunjuk I Pasek Pekarangan agar mencari pemukiman ke arah utara. Tidak jauh perjalanannya ditemuilah sebuah sungai yang banyak ditumbuhi tumbuhan sembung sehingga di sekeliling tempat itu dinamai Tukad Sembung. Dari sana I Made Pasek Mas melanjutkan perjalanannya makin ke utara sehingga sampai di hutan yang sangat lebat yang dinamakan Alas Nges ( Hutan Nges ). Dari kata Alas Nges dilihat dari segi gejala bahasa fonem /e / dalam kata Nges mengalami variasi bebas yakni menjadi kata Ngis      ( Pemerintah Provinsi TK I Bali, 1996 : 98 ) dengan demikian dari kata alas Nges menjadi alas Ngis. Di alas Nges inilah di bangun sebuah desa yang di beri nama Desa Ngis sampai sekarang diabadikan menjadi nama Desa Pakraman Ngis.

Setelah beliau bersama pengikutnya beristirahat, kemudian melanjutkan perjalanannya untuk merabas hutan dalam hal ini tidak menghitung panas teriknya matahari. Karena hari telah siang, semua pengikut/pengiring merasa lesu dan haus maka I Made Pasek Mas memerintahkan salah satu pengikutnya untuk mencari air minum.

Atas karunia Tuhan, pengiring yang ditugaskan oleh I Made Pasek Mas untuk mencari air menemukan sebuah eresan ( mata air kecil ) yang sangat jernih suci nirmala. Lalu air itu dihaturkan kepada I Made Pasek Mas untuk diberikan kepada pengikutnya. Tempat penemuan air itu dinamakan Yehinem yang artinya air minum. Lalu terus melanjutkan perjalanan ke utara sampai ditemukan mata air di dalam sumur maka di daerah ini disebut daerah sumur dan kemudian di buatkan pelinggih Ida Bhatara Wisnu yang diberi nama Pura Sumuh yang dipuja sampai sekarang.  Dari sumuh perjalanannya dilanjutkan terus ke timur sampai di perbatasan Desa Tenganan. Kemudian dari batas Desa Macang terus ke barat hingga sampai di lereng gunung. Di tempat tersebut ditemukan dua  buah batu besar yang satu berbentuk kerucut/tumpeng  dan yang satu lagi melintang yang dikenal Batu Tumpeng Ngandang yang dipakai sebagai batas dengan Desa Adat Macang. Dari tempat ini terus ke barat lagi menemukan dua buah batu besar yang dipakai batas dengan Desa Adat Sibetan dengan nama Batu Gede ( Watu Gede Roro ). Di tepi barat batu tersebut ada sungai yang airnya sangat jernih, di sana rombongan I Made Pasek Mas beristirahat karena merasa lapar, berkat karunia Ida Sanghyang Widhi Wasa didapatilah hutan pohon ubi yang sangat lebat di sekitar batu itu yang dinamakan Ubi Biaung, lalu ubi itu dimasak kemudian dimakan ternyata ubi tersebut dapat menghilangkan rasa lapar mereka. Atas anugrah Ida Sanghyang Widhi Wasa lalu di bangunlah di sana sebuah pura yang kemudian  dinamakan Pura Biaung.

Setelah selesai beristirahat rombongan  I Made Pasek Mas kembali melanjutkan perjalanannya hingga sampai di lereng bukit dari sini I Made Pasek Mas melihat jelas wilayah yang dibuatnya bersama pengikutnya dengan merabas hutan. I  Made Pasek Mas merasa gembira dan mengeluarkan perkataan dengan menyatakan kemenangan dapat memenuhi tugas yang dibebankan oleh Dalem untuk mencari tempat tinggal baru sambil mesesumbar ngumbal-umbal mengatakan jika tidak selesai merabas hutan untuk bercocok tanam tidak akan mandeg, dan akan berusaha merabas hutan yang demikian lebatnya, karena itu bukit ini dinamakan Bukit Umbal atau Bukit Tumpal sebagai batas dengan Desa Adat Selumbung. Karena segala tujuan telah tercapai maka dibuatlah di sana tempat suci yang disebut Pucak Sari.

Setelah lama melakukan perjalanan merabas hutan, lalu mulailah orang-orang disekitarnya berdatangan untuk menggabungkan diri dengan rombongan I Made Pasek Mas untuk kembali melakukan perjalanan menuju arah selatan. Dalam perjalanan itu ada tumbuhan beracun atau tuba yang dapat menyebabkan keracunan, itu sebabnya wilayah ini disebut Tegal Tuba yang dipakai batas dengan Desa Adat Sengkidu. Dari tempat ini rombongan di bawah pimpinan  I Made Pasek Mas kembali ke utara setelah sampai ditengah-tengah, rombongan I Made Pasek Mas membuat kubu-kubu darurat (rerompok ) di tempat ini beliau mengatur rencana perumahan tempat tinggal pengikutnya dengan pengaturan perumahan  tiga baris yakni timur, tengah dan barat berbaris dari selatan ke utara. Kepada rombongan yang jumlahnya 55 orang diberi bagian tanah masing-masing lima cutak tiap orang, sebagai tanah ayahan desa. Setiap orang yang mendapat bagian tanah dimaksud menjadi Krama Desa Ngarep sampai sekarang dan sangkep di Bale Agung. Tanah tersebut tidak boleh di jual pada orang lain di luar Desa Adat Ngis, hanya bisa digadaikan untuk keperluan yadnya itupun hanya untuk wilayah Desa Adat Ngis.

Dalam rangka melancarkan segala aktifitas di desa, maka setelah dinyatakan adanya desa pakraman, dibuatlah aturan-aturan yang diantaranya : tanah-tanah bagian itu disertai dengan aturan berupa ayah-ayahan adat seperti urunan, diberikan terutama yang kepada 55 orang itu karena sebagai pengarep ayah. Krama Ngarep itu setiap sebulan sekali yaitu Purnama nemu Kajeng  mengadakan pertemuan/pesangkepan temu wirasa bertempat di Bale Agung. Selain itu juga di Desa Pakraman Ngis dibangun setra atau sema sebagai kasukseman hidup sampai mati.

Demikianlah sejarah singkat timbulnya Desa Ngis yang berasal dari kata alas Nges, diabadikan menjadi nama Desa Pakraman Ngis  ( Monografi Desa Pakraman Ngis, 2013 : 4-5).

POTENSI DESA

Peta Desa Ngis, Karangasem

Lihat Lokasi Spesifik Desa Ngis Pada Peta Dan Dapatkan Informasi Terkait Lokasi Strategis Yang Ada Dalam Area Desa.

Informasi Tambahan

Utara

Macang

Timur

Tenganan

Selatan

Sengkidu

Barat

Selumbung


Luas Desa

556 M2

Jumlah Penduduk

2.500 Jiwa